Tags

,

Ilustrasi

A: "Gan, gw tersesat nih. Jemput gw donk."
B: "Tersesat?"
A: "Iya. Keknya gw nyasar ini. Gak tahu jalan pulang."
B: "Gw jemput lu dimana?"
A: "Gak tahu."
B: "Kok gak tahu?"
A: "Namanya juga nyasar. Kalau tahu, gw pulang sendiri."
B: "Ya udah, membusuk aja lu di sana."

Ilustrasi yang lain

A: "Gan, gw tersesat nih. Jemput gw donk."
B: "Tersesat?"
A: "Iya. Tadi dari kampus gw naik angkot warna kuning. Tapi pas di perempatan dekat Pasar Besar, tu angkot gak belok kiri tapi lurus terus. Gw kira cuma mau nurunin penumpang, ternyata lanjut terus. Tadi angkotnya sempet melewati sawah-sawah. Sekarang angkotnya berhenti di lapangan dekat Masjid. Keknya ini angkot terakhir. Udah gak ada angkot balik."
B: "Gw tahu tempatnya. Tunggu di sana. Gw jemput."

Kalau ada yang merasa saya orangnya arogan dan tempramental. Sedikit banyak saya memang seperti itu. Saya minta maaf. Di luar itu, saya sebenarnya orang yang adil(mencoba bersikap adil). Saya hanya bereaksi sebagaimana aksi yang saya terima :D. Artikel ini tentang keprihatinan saya pada orang-orang yang memanfaatkan status newbie yang untuk bertanya secara arogan.
Selama saya aktif di forum-forum online, saya tidak anti dengan pertanyaan newbie. Saya hanya anti dengan pertanyaan yang terkesan main-main. Salah satunya, jenis pertanyaan yang menempatkan orang lain seolah-olah bisa tahu semuanya. Pertanyaan yang tanpa informasi tambahan.
Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di forum biasanya adalah “apa kesimpulan dari kasus ini dan apa solusinya”. Saya tahu, menarik kesimpulan adalah hal yang sulit bagi para newbie. karena alasan itulah maka ada forum-forum diskusi. Tetapi yang harus diketahui, bagi pro sekalipun, kesimpulan juga akan sulit diambil jika tidak tahu fakta-fakta pendukungnya. Sederhananya, jika ingin bertanya, berikan informasi-informasi pendukung yang berkaitan dengan pertanyaan tersebut. Apa saja itu? Itu bisa berupa kode yang ditulis, apa yang sudah dilakukan, eror apa yang muncul dan lain-lain.
Jika tidak tahu mana yang merupakan petunjuk dan mana yang bukan. Jangan diputuskan. Berikan saja semuanya. Biar kami yang tentukan mana yang bisa dipakai dan mana yang tidak. Tunjukkan kesungguhan ketika bertanya. Bukan dengan kata-kata, tetapi dengan bukti nyata.

Advertisements